Pacet, Kampus Ursulin — SMP Santo Yusup Pacet melaksanakan hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Kamis, 16 Juli 2026 melalui kegiatan ASRI (Aku, Sekolah, dan Lingkunganku) yang dipandu oleh tim WeHasta. Dalam kegiatan ini, para peserta didik diajak mengenal lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam melalui berbagai pos yang mengedukasi, seperti pos kompos, pembuatan lilin dari minyak jelantah, pengenalan jenis-jenis sampah, pembuatan pewarna alami, hingga pos minuman herbal.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, pos minuman herbal menjadi salah satu pos yang paling menarik perhatian siswa. Pos ini dipandu oleh Pak Rofi, yang juga merupakan seorang dokter dengan keahlian di bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan luas mengenai pemanfaatan tanaman sebagai obat alami.
Kegiatan diawali dengan pengenalan berbagai bahan alami yang sering dijumpai di sekitar lingkungan. Penjelasan disampaikan secara interaktif melalui sesi tebak manfaat bahan dapur, seperti kunci, kunyit, jahe, dan kencur. Suasana semakin meriah ketika Pak Rofi menanyakan manfaat kencur, dengan kompak para siswa menjawab "Seblak!" jawaban spontan tersebut langsung mengundang tawa seluruh siswa, termasuk Pak Rofi, sehingga suasana belajar menjadi lebih santai dan menyenangkan.
Memanfaatkan banyaknya tanaman markisa dan bunga telang yang tumbuh di lingkungan SMP Santo Yusup Pacet, Pak Rofi kemudian menjelaskan cara membuat minuman herbal yakni telang markisa. Bahan yang digunakan cukup sederhana, yaitu 1 liter air, sekitar 10 kuntum bunga telang, 1 buah markisa, gula secukupnya, dan sedikit air nanas sebagai penambah rasa. Proses pembuatannya juga cukup mudah. Air direbus hingga mendidih, kemudian bunga telang dan daging buah markisa dimasukkan. Setelah itu ditambahkan gula secukupnya, lalu minuman dapat disajikan secara hangat maupun dingin dengan tambahan es batu, lalu ditambahkan sedikit air nanas agar rasanya semakin manis dan segar.
Ketika minuman selesai dibuat, para siswa tampak antusias untuk mencicipinya. Beragam tanggapan pun muncul setelah mencobanya. Ada yang menganggap rasanya segar, manis, dan unik, sementara beberapa siswa juga merasa minuman tersebut masih terasa asing di lidah mereka. Perbedaan pendapat ini justru menambah keseruan suasana praktik.

Pak Rofi menjelaskan bahwa minuman telang markisa tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan yaknimembantu meredakan amandel. Selain bunga telang dan markisa, Pak Rofi juga memperkenalkan berbagai tanaman lain beserta manfaatnya, seperti :
* Daun mint yang dimanfaatkan sebagai bahan odol, pewangi, dan perasa permen untuk membantu menghilangkan bau mulut
* Temulawak yang bermanfaat meningkatkan nafsu makan
* Centella asiatica atau daun pegagan yang dipercaya membantu meningkatkan daya pikir dan konsentrasi.
* Bunga kitolod yang dimanfaatkan untuk membantu mengatasi beberapa keluhan pada mata.
* Mawar yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
* Pandan yang dikenal dapat memberikan efek menenangkan.
Pada sesi tanya jawab, salah seorang siswi, Arum, bertanya "Apakah minuman telang markisa memiliki manfaat lain selain untuk meredakan amandel?" Menanggapi pertanyaan tersebut, Pak Rofi menjelaskan bahwa
"Telang markisa ini juga bermanfaat membantu mengurangi lemak, asam urat, dan kolesterol. Bunga telang nya sendiri juga mampu meredakan rasa pegal di tubuh. Nah kalau kalian ada anggota keluarga seperti nenek kakek ayah yang sering mengeluh pegal kalian buatkan saja rebusan bunga telang".
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam mengolah tanaman menjadi minuman sehat, tetapi juga semakin memahami bahwa lingkungan sekitar menyimpan banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Pos minuman herbal ini menjadi bukti bahwa belajar tentang lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, interaktif, sekaligus bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh : Putri Kasih