Pacet, kampus Ursulin — SMP Santo Yusup Pacet kembali mengadakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) setelah beberapa tahun sempat ditiadakan akibat pandemi COVID-19. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII yang dilaksanakan pada tanggal 12–13 April 2026.
Pada tanggal 12 April, kegiatan diawali dengan registrasi sebagai tanda kehadiran sekaligus bukti izin dari orang tua untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Setelah registrasi, setiap regu pergi menuju taman binatang kejora dan mulai mendirikan tenda masing-masing. Kegiatan ini menuntut kerja sama, komunikasi, dan kekompakan agar tenda dapat berdiri dengan baik sebagai tempat beristirahat selama perkemahan.

Setelah semua tenda selesai didirikan, dilaksanakan upacara pembukaan yang berjalan dengan lancar. Para petugas upacara yang dipilih secara mendadak mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Dalam amanatnya, Yohanes Bayu Prasetyo S.Pd., selaku Kepala SMP Santo Yusup Pacet sekaligus kakak pembina, menyampaikan bahwa "Kegiatan ini merupakan pertama kalinya SMP Santo Yusup mengadakan perkemahan lagi. Mari adik-adik menjalani kegiatan ini dengan penuh semangat dan kesungguhan karena kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kemandirian dan kekeluargaan di antara kita."
Pesan tersebut membangkitkan semangat seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Setelah upacara, peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti giat cerdas cermat. Dalam kegiatan ini, setiap peserta membawa dua lembar kertas bertuliskan huruf S (Salah) dan B (Benar). Huruf B dipegang di tangan kanan dan huruf S di tangan kiri. Kakak pembina membacakan berbagai pernyataan, kemudian peserta menganalisis dan menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah dengan mengangkat kartu yang sesuai. Seluruh anggota regu terlibat aktif sehingga suasana menjadi seru, menegangkan, sekaligus melatih konsentrasi.
Agenda PERJUSA berikutnya adalah Mini Pionering (miniopi) yang diwakili oleh dua orang dari setiap regu. Pada lomba ini, peserta bekerja sama membuat miniatur yang berkaitan dengan kepramukaan, seperti tandu atau bentuk pionering lainnya. Bersamaan dengan itu, dilaksanakan pula lomba menggambar yang berisi berbagai simbol seperti logo Serviam, Pramuka, Tunas Kelapa dan sebagiannya sesuai instruksi yang diberikan, serta kegiatan menjilid yang masing-masing diwakili oleh satu orang dari setiap regu. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan kesungguhan, fokus, serta kerja sama yang baik demi memberikan hasil terbaik bagi regunya.
Setelah seluruh perlombaan selesai, peserta diberi waktu untuk membersihkan diri dan beristirahat. Suasana area perkemahan menjadi ramai karena banyak peserta yang mengantre mandi. Ada juga yang bercanda, dan berbincang bersama teman satu regu sambil mempersiapkan makan malam yang akan dinikmati bersama nantinya.
Pada malam hari, seluruh peserta mengikuti ibadah bersama. Setelah ibadah seluruh siswa siswa berkumpul di aula untuk menyaksikan pentas seni. Urutan penampilan ditentukan berdasarkan nomor tapak tenda. Selama pentas seni berlangsung, seluruh peserta tampak terhibur dan terpukau oleh berbagai penampilan yang ditampilkan masing-masing regu. Beragam bakat ditunjukkan pada kali ini, mulai dari solo vokal, menyanyi dengan iringan gitar dan piano, dance, tari tradisional, tarian Upin Ipin yang mengundang tawa, drama bermakna serta berbagai penampilan menarik lainnya.
Setelah pentas seni, tibalah puncak acara yang paling dinantikan, yaitu api unggun. Kegiatan diawali dengan upacara singkat dan pembacaan Dasa Dharma Pramuka yang dilanjutkan dengan penyalaan api unggun. Api unggun menyala dengan indah dan memberikan kehangatan bagi seluruh peserta yang berkumpul mengelilinginya. Sambil menikmati suasana malam, peserta menyanyikan berbagai lagu Pramuka seperti Api Telah Menyala, Di Sini Senang Di Sana Senang, Di Sini Kita Bertemu Lagi, dan Kelana Rimba. Selain bernyanyi, peserta juga mengikuti permainan “Sedang Apa” yang dibagi menjadi kelompok putra dan putri. Permainan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Setiap kelompok berusaha memberikan yang terbaik melalui kerja sama, komunikasi, dan kekompakan untuk meraih kemenangan.
Menjelang akhir kegiatan malam, seluruh peserta mengikuti refleksi yang dipimpin oleh Kak Yeria. Dalam suasana yang tenang dan khidmat, peserta diajak untuk merenungkan berbagai hal serta mensyukuri pengalaman yang telah dilalui sepanjang hari. Refleksi bertema rasa syukur ini menjadi momen yang berkesan sekaligus menenangkan setelah menjalani berbagai aktivitas yang padat. Setelah refleksi selesai, peserta diberi waktu sekitar 20 menit untuk bersiap-siap tidur dan menggunakan kamar mandi karena setelah itu siswa wajib beristirahat dengan baik agar dapat mengikuti kegiatan hari berikutnya.
Perjusa tahun ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi seluruh peserta. Selain menghadirkan banyak keseruan dan kebersamaan, kegiatan ini juga memberikan berbagai pelajaran berharga yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas. Melalui setiap kegiatan, kami belajar untuk lebih mandiri, tangguh, bertanggung jawab, disiplin, peduli terhadap sesama, serta mampu bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama karena keberhasilan tidak dapat diraih sendiri, melainkan membutuhkan kekompakan, komunikasi, dan saling mendukung satu sama lain.
Oleh : Putri Kasih Indah Suryani VIIIB