News &
Updates

News Image

Share

Membangun Kurikulum Bermakna dan Berkelanjutan, Gelar Workshop KSP Libatkan Komite, Orang Tua, dan Peserta Didik
7 Juli 2026

Pacet, Kampus Ursulin – Memasuki hari kedua Rapat Kerja (RAKER) Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Santo Yusup Pacet menyelenggarakan Workshop Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dengan tema "Membangun Kurikulum Bermakna dan Berkelanjutan dalam Pembelajaran Mendalam dan Meningkatkan Numerasi." Kegiatan ini menjadi 

momentum penting bagi sekolah untuk menyusun arah kebijakan pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

Workshop diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Santo Yusup Pacet. Hadir pula Pengawas Dinas Pendidikan, Hj. Lilik Hariani, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber sekaligus pendamping dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan. Turut memberikan masukan Ketua Komite Sekolah, Sujadmiko, didampingi perwakilan wali murid, Wiwik Hidayati dan Winda Murdianti, serta perwakilan peserta didik. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen sekolah untuk membangun kurikulum yang disusun secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Santo Yusup Pacet, Yohanes Bayu Prasetyo, S.Pd., memaparkan berbagai program yang akan dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Beliau menegaskan bahwa berbagai kegiatan pembiasaan positif yang selama ini telah menjadi habitus sekolah akan terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Serviam.

Selain mempertahankan program yang telah berjalan dengan baik, sekolah juga memperkenalkan sejumlah inovasi kegiatan yang mendapat apresiasi dari para peserta workshop. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan keterlibatan komite sekolah serta orang tua dalam setiap program pendidikan. Menurut Yohanes Bayu Prasetyo, kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna, berkelanjutan, dan mampu mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

Diskusi berlangsung interaktif ketika Ketua Komite Sekolah, Sujadmiko, menyampaikan berbagai masukan konstruktif. Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah perlunya memperjelas pembentukan paguyuban orang tua pada setiap jenjang atau kelas. Dengan adanya paguyuban yang terstruktur, koordinasi antara sekolah dan orang tua diharapkan semakin efektif sehingga pelaksanaan berbagai kegiatan sekolah dapat berjalan lebih optimal, sekaligus meringankan beban tenaga maupun pemikiran dalam proses pelaksanaannya.

Senada dengan hal tersebut, Hj. Lilik Hariani, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap langkah SMP Santo Yusup Pacet yang membuka ruang kolaborasi lebih luas kepada komite dan orang tua. Menurutnya, keterlibatan aktif paguyuban merupakan bentuk kemitraan yang sangat positif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Beliau berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga setiap program sekolah dapat memperoleh dukungan yang maksimal dari seluruh warga sekolah.

Workshop ini tidak hanya menjadi forum penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan, tetapi juga menjadi wadah untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berkelanjutan. Melalui semangat gotong royong antara sekolah, komite, orang tua, dan peserta didik, SMP Santo Yusup Pacet optimis menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027 dengan berbagai inovasi yang semakin mengedepankan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik secara utuh. (aer)