Pacet-Kampus Ursulin, Senin 18 Mei 2026
Kegiatan Kokurikuler Resilience Week 2026 yang berlangsung tanggal 11-18 Mei 2026 dan mengusung tema “Bertekun Sampai Akhir; Membangun Daya Juang dalam Belajar Moderasi dan Ekologi” menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu proyek menarik datang dari Kelompok 2 kelas VIIIA yang membuat tote bag dari pakaian bekas seperti celana jeans dan kaos bekas.
Proyek ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik belanja sekaligus mengurangi sampah pakaian yang sudah tidak terpakai agar memiliki nilai guna kembali. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kreativitas siswa serta membuka peluang untuk menambah keuntungan melalui hasil karya yang dapat dijual.
Dalam proses pengerjaan, Kelompok 2 mengalami beberapa kendala. Mereka sempat kekurangan alat dan bahan karena ada anggota kelompok yang lupa membawa perlengkapan yang seharusnya dibawa. Tidak hanya itu, jumlah anggota kelompok juga berkurang karena beberapa teman sedang mengikuti kegiatan persiapan lomba FLS3N. Namun, situasi tersebut tidak membuat kelompok menyerah. Mereka tetap saling bekerja sama, berbagi tugas, dan bertanggung jawab demi menyelesaikan proyek hingga akhir.
Saat proses pembuatan tote bag berlangsung, kelompok juga mendapatkan masukan dari Yohanes Bayu Prasetyo, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Santo Yusup Pacet. Beliau menyampaikan bahwa tote bag buatan kelompok sebenarnya sudah bagus, tetapi akan lebih menarik apabila diberi tambahan hiasan agar terlihat lebih modern dan kreatif.
Pada kegiatan puncak unjuk karya, hasil karya Kelompok 2 mendapatkan apresiasi dari bapak dan ibu guru. Yohanes Bayu Prasetyo, S.Pd menyampaikan pendapatnya mengenai proyek tersebut.
“Inovasi dari Kelompok 2 kelas VIIIA ini sangat membantu untuk mengurangi sampah baju dan celana bekas dan juga bisa dipakai untuk belanja jadi tidak usah memakai plastik kresek,” ujar beliau.
Melalui proyek pembuatan tote bag dari pakaian bekas, Kelompok 2 kelas VIIA berhasil menunjukkan sikap bertekun, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menghadapi berbagai kendala. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi limbah pakaian dan penggunaan plastik. Proyek ini membuktikan bahwa barang bekas dapat diubah menjadi karya yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan.
Aprillia Tri Wulandari