Pacet, Kampus Ursulin (12-13/06/2026) — Semangat kebersamaan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan kembali terasa di lingkungan SMP Santo Yusup. Melalui kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (PERJUSA) Tahun 2026, para peserta didik diajak untuk belajar langsung melalui berbagai kegiatan yang menantang, mendidik, sekaligus menyenangkan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan keterampilan, kerja sama, serta karakter yang sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan.
Hari kedua PERJUSA (13/06/2026) dimulai sejak dini hari. Sebelum pukul 04.00 WIB, para peserta telah bangun untuk melaksanakan ibadah salat Subuh dan mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Meski waktu istirahat cukup singkat, semangat para peserta tetap terlihat saat mereka mengikuti senam pagi bersama dan menikmati sarapan sebelum memulai kegiatan utama hari itu.
Sebelum penjelajahan dimulai, setiap regu terlebih dahulu mengikuti penilaian Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Kegiatan ini menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam PERJUSA 2026 karena mencerminkan kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan peserta dalam bekerja sama. Dengan penuh semangat, setiap regu menampilkan gerakan terbaik mereka di hadapan para pembina dan juri. Penilaian PBB tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih ketertiban dan rasa tanggung jawab setiap anggota regu.
Suasana semakin meriah ketika kakak pembina mengadakan tantangan sederhana untuk menentukan urutan keberangkatan regu. Setiap kelompok harus melanjutkan nyanyian yang dibawakan pembina. Kegiatan ini tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga melatih konsentrasi dan kekompakan anggota regu sebelum menghadapi tantangan utama.
Penjelajahan menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan peserta. Dengan mengikuti petunjuk berupa sumpit yang ditancapkan di sepanjang jalur, setiap regu dituntut untuk bekerja sama dalam menentukan arah perjalanan. Tantangan yang diberikan di setiap pos juga mengajak peserta menerapkan berbagai keterampilan yang telah dipelajari selama kegiatan kepramukaan.
Di pos pertama, peserta berlatih melakukan simulasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, di pos berikutnya, peserta dihadapkan pada tantangan mengukur tinggi dan lebar sungai menggunakan tongkat pramuka setinggi 160 sentimeter. Kegiatan ini menguji kemampuan berhitung sekaligus ketelitian dalam mengamati lingkungan sekitar.

Tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, peserta juga diuji melalui tantangan intelektual berupa penyelesaian berbagai sandi kepramukaan, seperti sandi Morse, sandi Rumput, dan sandi AND. Berbagai misi tersebut berhasil membangun suasana kompetitif yang sehat sekaligus memperkuat kerja sama antaranggota regu.
Setelah menyelesaikan seluruh pos, peserta kembali ke sekolah untuk menampilkan yel-yel regu. Sorak sorai dan tepuk tangan mewarnai penampilan setiap kelompok yang berusaha menunjukkan kreativitas serta kekompakan terbaik mereka.
Menjelang siang, suasana perkemahan mulai berubah menjadi lebih tenang. Para peserta membersihkan diri, merapikan area perkemahan, dan membongkar tenda sebelum mengikuti upacara penutupan. Meskipun terlihat lelah setelah mengikuti berbagai kegiatan, antusiasme peserta tetap terasa hingga akhir acara.
Momen yang paling ditunggu akhirnya tiba saat pengumuman pemenang. Berdasarkan hasil penilaian selama kegiatan berlangsung, Regu Teratai berhasil meraih Juara 1 sekaligus menyabet predikat Regu Terbaik. Posisi Juara 2 diraih oleh Regu Lavender, sedangkan Juara 3 diraih oleh Regu Scorpio.
Penghargaan individu juga diberikan kepada peserta yang menunjukkan semangat dan keaktifan luar biasa selama kegiatan berlangsung. Gelar Putri Teraktif diraih oleh Elicya Fakinah Amabel dari kelas VIII-B, sedangkan gelar Putra Teraktif diberikan kepada Gangsar Yusri Ashari yang juga dari kelas VIII-B
Dalam amanatnya saat upacara penutupan, Kepala SMP Santo Yusup, Yohanes Bayu Prasetyo, S.Pd., menyampaikan harapannya agar pengalaman yang diperoleh peserta selama PERJUSA tidak berhenti hanya sebagai kegiatan sekolah semata.
"Kami berharap nilai-nilai yang telah dipelajari selama PERJUSA ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pribadi yang lebih baik, mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, serta membawa dampak positif bagi masyarakat di mana pun kalian berada," pesannya di hadapan seluruh peserta.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang dipenuhi senyum dan tawa para peserta. Banyak regu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan kebersamaan yang telah terjalin selama dua hari kegiatan. Tak sedikit pula peserta yang langsung membuka bingkisan penghargaan yang mereka peroleh sebelum akhirnya berpamitan dan kembali ke rumah masing-masing.
Melalui PERJUSA 2026, SMP Santo Yusup kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan baik. Lebih dari sekadar perkemahan, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang oleh seluruh peserta.
— Dewi Sekar Ruhmi W.Y VIIIA