News &
Updates

News Image

Share

Hidupi Semangat Laudato Si', Belajar Mencintai Bumi Melalui Lima Pos Edukasi Lingkungan
28 Juli 2026

Pacet, Kampus Ursulin – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah SMP Santo Yusup Pacet Tahun Ajaran 2026/2027 menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, para peserta didik diajak untuk semakin peduli terhadap bumi sebagai rumah bersama melalui kegiatan edukasi lingkungan bertema Laudato Si'. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (WeHasta), sebuah komunitas yang aktif bergerak dalam bidang edukasi dan pelestarian lingkungan.

Mengusung semangat bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab setiap manusia, seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX mengikuti pembelajaran secara bergilir di lima pos edukasi. Setiap pos menghadirkan praktik langsung yang mengajak peserta didik memahami bahwa langkah-langkah sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.

Kelima pos tersebut meliputi Pos Pengolahan Kompos, Pos Pemilahan Sampah, Pos Pembuatan Minuman Herbal, Pos Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah, dan Pos Pewarna Alam. Melalui sistem rotasi, setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk mempelajari seluruh materi secara menyeluruh dengan didampingi fasilitator dari WeHasta.

Di Pos Pengolahan Kompos, peserta didik belajar mengolah sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Mereka dikenalkan pada proses penguraian alami sekaligus memahami bahwa limbah organik tidak selalu berakhir menjadi sampah, melainkan dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi tanah. Edukasi ini juga menanamkan kebiasaan mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Sementara itu, Pos Pemilahan Sampah mengajarkan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Peserta didik dikenalkan pada kategori sampah organik, anorganik, dan residu, serta dampak positif dari pemilahan yang benar terhadap proses daur ulang. Kegiatan ini diharapkan membangun kesadaran bahwa kebiasaan sederhana membuang sampah sesuai jenisnya merupakan langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Di Pos Pembuatan Minuman Herbal, peserta didik memanfaatkan berbagai tanaman alami seperti jahe, serai, kunyit, dan rempah lainnya menjadi minuman sehat. Selain mengenalkan manfaat tanaman obat keluarga (TOGA), kegiatan ini juga mengajak peserta didik menghargai kekayaan hayati Indonesia sekaligus menerapkan pola hidup sehat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar.

Kreativitas peserta didik juga diasah melalui Pos Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah. Pada sesi ini, mereka belajar bahwa minyak goreng bekas yang sering dianggap limbah ternyata masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan benar. Melalui proses sederhana, minyak jelantah diubah menjadi lilin yang dapat dimanfaatkan kembali. Edukasi ini sekaligus memberikan pemahaman mengenai bahaya membuang minyak jelantah sembarangan yang dapat mencemari tanah dan saluran air.

Sementara itu, di Pos Pewarna Alam, peserta didik diperkenalkan pada berbagai bahan alami seperti daun, bunga, kunyit, hingga kayu yang dapat menghasilkan warna alami untuk berbagai kebutuhan. Melalui kegiatan ini, mereka memahami bahwa pewarna alami lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana belajar tampak hidup dan penuh semangat. Para peserta didik aktif berdiskusi, mencoba setiap praktik, mengajukan pertanyaan, hingga saling berbagi pengalaman dengan narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung mampu membangun rasa ingin tahu sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan.

Melalui kolaborasi bersama WeHasta, SMP Santo Yusup Pacet ingin menanamkan bahwa semangat Laudato Si' tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap bumi dapat dimulai dari kebiasaan kecil, seperti memilah sampah, mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat, memanfaatkan bahan alami, hingga mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen SMP Santo Yusup Pacet dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan, bertanggung jawab, serta mampu menjadi agen perubahan bagi terciptanya kehidupan yang lebih berkelanjutan. Dengan semangat Laudato Si', setiap peserta didik diajak menyadari bahwa mencintai bumi berarti mencintai kehidupan, karena bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah bersama yang harus dijaga untuk generasi hari ini dan masa depan. (aer)