News &
Updates

News Image

Share

Gelar Moderasi Beragama Bertema Pertobatan Ekologis
25 Mei 2026

Pacet, Kampus Ursulin — SMP Santo Yusup Pacet menggelar kegiatan moderasi beragama di Aula Bintang Kejora pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sanyupac tersebut mengangkat tema “Moderasi Beragama dalam Pertobatan Ekologis” dengan slogan “Berbeda Agama, Satu Tujuan: Merawat Bumi, Membangun Perdamaian.”

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang agama yang berbeda, yaitu RD Yustinus Suyatno dari Gereja Katolik Claket, Ahmad Ropii selaku ustaz dan anggota komunitas Sobat Alam Mojopahit, serta Pdt. Karunia Zebua, seorang pendeta asal Nias. Ketiganya menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Dalam pemaparannya, Ahmad Ropii menjelaskan bahwa berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai keimanan setiap individu.

“Menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan bumi agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” ujarnya di hadapan para peserta.

Ia juga mengajak para siswa untuk mulai melakukan langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti menanam pohon, mengurangi sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Salah satu peserta, Arum dari kelas 8A, mengajukan pertanyaan kepada Ahmad Ropii mengenai peran agama dalam menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup. Ia juga menanyakan ajaran dalam Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan kewajiban menjaga alam.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ahmad Ropii menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat banyak pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Nabi Muhammad saw. pernah bersabda bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Selain itu, dalam Al-Qur’an juga diajarkan agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi,” jelasnya.

Sementara itu, Pdt. Karunia Zebua menjelaskan bahwa ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Menurutnya, manusia perlu menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari kehidupan bersama.

RD Yustinus Suyatno juga mengajak seluruh peserta untuk terus membangun sikap toleransi dan hidup rukun dalam keberagaman. Ia menegaskan bahwa perdamaian dapat tercipta melalui sikap saling menghormati antarumat beragama.

Seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Melalui kegiatan moderasi beragama ini, SMP Santo Yusup Pacet berharap para siswa mampu menumbuhkan sikap toleransi yang tinggi sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Penulis: Bayu Rizcky (SMP Santo Yusup)