News &
Updates

News Image

Share

PASKAH : Wujud Kreativitas dan Toleransi di Sekolah
13 April 2026

Pacet, April 2026 — Suasana penuh warna dan keceriaan tampak dalam kegiatan menghias telur Paskah yang diikuti oleh para siswa dari berbagai jenjang kelas. Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga mempererat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh peserta didik yang antusias menghias telur sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing. Beragam hasil karya pun ditampilkan, mulai dari desain sederhana hingga yang penuh detail artistik.

Salah satu juri, Sr. Zita Erianti, OSU, mengungkapkan rasa bangganya terhadap seluruh karya siswa. Ia menilai bahwa setiap telur yang dihias memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan usaha serta ketekunan para peserta. Tidak hanya itu, ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan para siswa.

“Meski mayoritas siswa beragama Muslim, mereka tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu bekerja sama dengan baik dalam kegiatan ini,” ungkapnya. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa nilai toleransi dan saling menghargai dapat tumbuh melalui kegiatan sederhana namun bermakna.

Sebelum kegiatan menghias dimulai, para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai makna telur dalam perayaan Paskah. Telur Paskah melambangkan kehidupan baru dan harapan. Dalam tradisi Kristiani, telur menjadi simbol kebangkitan, sebagaimana Yesus Kristus bangkit dari kematian pada hari Paskah. Cangkang telur yang keras diibaratkan sebagai kubur, sementara kehidupan di dalamnya melambangkan kebangkitan dan kehidupan yang baru.

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri menetapkan para pemenang sebagai berikut:

  • Juara 1 diraih oleh kelas VIIA
  • Juara 2 diraih oleh kelas IXC
  • Juara 3 diraih oleh kelas VIIIB
JUARA 1 (VIIA)
JUARA 2 (IXC)
JUARA 3 (VIIIB)

Penilaian didasarkan pada aspek kreativitas, kerapian, kesesuaian tema, dan keunikan desain.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi yang memperkenalkan makna budaya dan religi secara inklusif. Melalui kegiatan ini, sekolah berhasil menanamkan nilai kreativitas, toleransi, serta kebersamaan yang harmonis di antara para siswa. (aer)