News &
Updates

News Image

Share

Rayakan Valentine, Tim Lensa Sanyupac Hibahkan Buku ke Ruang Literasi Desa Arled
19 Februari 2026

Pacet, Kampus Ursulin — Sobat SANYUPAC, Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai secara berbeda oleh tim Lensa Sanyupac dari SMP Santo Yusup Pacet. Pada peringatan Valentine tahun ini, mereka memilih merayakannya dengan kegiatan berbagi melalui hibah buku bacaan ke Ruang Literasi Desa Arled, Desa Pacet Ledok.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata cinta terhadap ilmu pengetahuan sekaligus bentuk kepedulian terhadap gerakan literasi di lingkungan masyarakat. Puluhan buku bacaan hasil hibah dari perpustakaan SMP Santo Yusup Pacet diserahkan langsung kepada pengelola ruang literasi.

Kehadiran tim Lensa Sanyupac disambut hangat oleh Tias Monika Ferlia, pemuda setempat yang menjadi inisiator terbentuknya Ruang Literasi Desa Arled. Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan yang diberikan.

“Gerakan literasi tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari sekolah seperti SMP Santo Yusup Pacet menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan Ruang Literasi Desa Arled agar semakin bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Tias.

Lebih lanjut, Tias menjelaskan bahwa pembentukan Ruang Literasi Desa Arled berangkat dari keresahannya melihat kondisi lingkungan sekitar. Ia menilai masih banyak anak-anak yang terlalu lekat dengan gawai dan permainan daring sehingga minat membaca menjadi rendah.

“Awalnya saya prihatin melihat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dan game online. Dari situ muncul keinginan untuk menyediakan ruang alternatif yang positif, tempat mereka bisa membaca, berdiskusi, dan belajar bersama,” ungkapnya.

Pendamping Lensa Sanyupac, Arinda Erlina, S.Pd., yang juga merupakan Koordinator Gerakan Literasi di SMP Santo Yusup Pacet, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas semangat literasi di luar lingkungan sekolah.

“Hari kasih sayang adalah momen yang tepat untuk berbagi. Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa mencintai sesama bisa diwujudkan dengan aksi nyata, salah satunya melalui gerakan literasi. Buku adalah jendela dunia, dan kami ingin semakin banyak anak memiliki akses untuk membacanya,” ungkap Arinda.

Ia menambahkan bahwa gerakan sadar literasi perlu terus digaungkan, terutama di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kreatif, dan berkarakter sehingga anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para anggota Lensa Sanyupac turut menata buku-buku yang dihibahkan serta berinteraksi dengan pengelola ruang literasi. Momentum Valentine pun menjadi lebih bermakna karena diisi dengan aksi sosial yang inspiratif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk mendukung gerakan literasi, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Sebab, membangun budaya membaca bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi yang lebih cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. (aer)