Pacet, Kampus Ursulin — Sobat SANYUPAC, Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Kampus Ursulin Pacet dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Perayaan ini menjadi momen istimewa bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa yang merayakan pergantian tahun dengan penuh harapan dan semangat baru.
Tahun Baru Imlek merupakan tradisi yang telah diwariskan sejak zaman dahulu dan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Awalnya, Imlek merupakan tradisi para petani untuk menyambut datangnya musim semi. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi perayaan Tahun Baru berdasarkan penanggalan kalender Tiongkok.
Legenda kuno turut memperkaya makna perayaan ini. Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah seekor monster ganas bernama Nian yang muncul setiap akhir musim dingin untuk memangsa hasil panen, ternak, bahkan penduduk desa. Hingga suatu ketika, warga menyadari bahwa Nian takut terhadap warna merah dan suara-suara keras. Sejak saat itu, masyarakat mengenakan pakaian merah, memasang lentera, serta hiasan berwarna merah di rumah mereka untuk mengusir roh jahat. Tradisi inilah yang kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek hingga sekarang.
Tahun ini, perayaan Imlek terasa semakin spesial karena waktunya berdekatan dengan awal bulan Ramadan. Masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru, sementara umat Muslim bersiap menyambut bulan suci Ramadan. Momen ini menjadi simbol indahnya keberagaman dan toleransi di Indonesia.
Salah satu siswa Santo Yusup Pacet yang turut merayakan Imlek adalah Angelo, siswa kelas 8A. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berencana merayakan Imlek dengan berlibur bersama keluarga. “Saya senang bisa berkumpul dengan keluarga saat Imlek. Semoga tahun ini membawa keberuntungan dan kebahagiaan,” ujarnya.
Dalam perayaan Imlek, terdapat sejumlah tradisi yang masih dijalankan hingga kini. Sehari sebelum Imlek, masyarakat Tionghoa melakukan tradisi bersih-bersih rumah. Hal ini dilakukan karena pada hari pertama tahun baru mereka tidak diperbolehkan menyapu atau membersihkan rumah, sebab dipercaya dapat mengusir rezeki dan keberuntungan yang datang di awal tahun.
Selain itu, tradisi berbagi angpao juga menjadi momen yang paling dinanti. Angpao berisi uang tunai biasanya diberikan oleh mereka yang sudah menikah kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah sebagai simbol doa, harapan baik, dan keberuntungan.
Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan, harapan baru, dan semangat mempererat tali persaudaraan. Semoga Tahun Baru Imlek 2026 membawa keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi semua.
Selamat Tahun Baru Imlek. 🧧✨
(Fadil & Deny)