News &
Updates

News Image

Share

Observasi dan Studi Tour ke Bali dengan Semangat Gaya Hidup Berkelanjutan
1 Desember 2024

Pacet, Kampus Ursulin - Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMP Santo Yusup Pacet semakin menarik perhatian dengan agenda study tour ke Bali (20/11-23/11). Siswa kelas VIII dan IX menjalani observasi langsung di Desa Adat Cemenggoan dan Desa Adat Panglipuran, sekaligus menggabungkan pembelajaran dengan study tour yang memperkenalkan keindahan budaya dan praktik gaya hidup berkelanjutan di Pulau Dewata.

Di Desa Adat Cemenggoan, para siswa disambut hangat oleh masyarakat setempat. Mereka diperkenalkan pada program unggulan desa yang dinamakan Pola Pesan-Pede (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan). Dalam sesi penjelasan yang berlangsung interaktif, warga menjelaskan bagaimana kesepakatan kolektif untuk mengelola sampah menjadi kunci menjaga kebersihan desa.

Para siswa juga diajak langsung melihat implementasi Teba modern, sebuah inovasi lokal yang unik. Di setiap rumah, terdapat lubang di tanah sedalam 2–3 meter yang digunakan untuk menampung sampah organik, seperti sisa sampah dapur, daun dan canang (sesajen khas Bali). Inovasi ini tak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga memanfaatkan sampah organik sebagai kompos alami.

Salah satu siswa, Ken dari kelas VIII, mengungkapkan kekagumannya. “Sistem ini sangat sederhana, tapi efektif. Saya ingin mengadopsi ide ini di rumah saya. Ternyata solusi untuk masalah sampah bisa dimulai dari langkah kecil seperti ini,” ujarnya dengan semangat.

Di Desa Adat Panglipuran, siswa kembali disuguhkan pengalaman berharga. Desa ini terkenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia, dengan tradisi yang masih terjaga. Siswa belajar tentang pola hidup masyarakat yang harmonis dengan alam, termasuk aturan adat yang melarang penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan.

Selain observasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi diskusi, wawancara dengan warga, dan eksplorasi budaya Bali. Para siswa mengakui bahwa pengalaman ini memberikan wawasan baru yang tidak hanya terkait pelestarian lingkungan, tetapi juga semangat gotong royong yang kuat dalam masyarakat adat.

“Program ini tidak hanya mengenalkan siswa pada konsep keberlanjutan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yohanes Bayu Prasetyo, S.Pd., Kepala Sekolah SMP Santo Yusup Pacet.

Studi lapangan ini ditutup dengan kunjungan ke sejumlah destinasi budaya dan wisata di Bali, melengkapi perjalanan siswa dengan pengalaman belajar yang menyenangkan. Perjalanan tiga hari ini tidak hanya menjadi momentum berharga dalam pembelajaran, tetapi juga mempererat hubungan antar siswa dan guru dalam suasana yang inspiratif. (aer)