Pacet, Kampus Ursulin - SMP Santo Yusup Pacet kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi penerus yang berwawasan kebangsaan, religius, dan berdaya saing. Pada Senin, 24 Februari 2025, sekolah ini menggelar acara pembinaan kepribadian untuk siswa kelas IX dengan tema “Mewujudkan Generasi Penerus yang Berwawasan Kebangsaan, Religius, dan Berdaya Saing”. Acara ini menghadirkan Drs. Johanes Bambang Edi Purnomo, salah satu alumni guru SMP Santo Yusup Pacet, sebagai narasumber utama.
Bertempat di aula belakang Biara Bintang Kejora, kegiatan dimulai pukul 07.30 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Serviam, lagu kebangsaan sekolah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sr. Jusi Darna Lingga, OSU, yang merupakan pendidik di SMP Santo Yusup Pacet. Setelah itu, Sr. Darna mengajak seluruh hadirin untuk berdoa bersama sebelum memulai rangkaian kegiatan.
Pengarahan seputar acara disampaikan oleh M. Yeria Ayikna Wawang, S.Pd., yang kemudian membuka jalan menuju sesi utama pembinaan kepribadian. Dalam sesi tersebut, Johanes Bambang Edi Purnomo menyampaikan materi dengan pendekatan yang inspiratif dan interaktif. Ia mengibaratkan pengembangan diri seperti tanaman yang membutuhkan tanah subur agar dapat tumbuh dan berkembang.
Melalui sebuah botol kosong, Johanes Bambang Edi Purnomo menyampaikan pesan mendalam bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh penampilan luar, tetapi oleh kualitas yang ada di dalam diri. Ia menegaskan bahwa semakin berkualitas isi diri seseorang, semakin berharga pula kepribadiannya. Suasana semakin hangat dan harmonis ketika peserta didik diajak bermain dalam sesi pembelajaran yang menyenangkan.
Salah satu momen berkesan adalah saat Johanes Bambang Edi Purnomo mengajarkan “Tepuk Pertumbuhan” yang berbunyi, “Pribadi, tumbuh, berbunga, berbuah, yes!”. Tepuk ini mengandung makna bahwa setiap individu harus bertumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Ia juga menekankan pentingnya menghargai hak orang lain dan menciptakan suasana harmonis.
Dalam sesi tersebut, Johanes Bambang Edi Purnomo juga berbagi empat langkah menjadi juara:
“Jika kamu ingin menjadi sang juara, maka kamu harus berhasil mengalahkan lawan terbesar, yaitu dirimu sendiri,” ujar Johanes Bambang Edi Purnomo. Ia juga mengajak peserta didik untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama dan tidak pernah merendahkan diri sendiri, serta selalu mengandalkan doa dan ibadah dalam setiap langkah.
Setelah sesi pembinaan, peserta didik menikmati waktu istirahat pada pukul 10.15 dengan hidangan snack yang disediakan panitia. Usai istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi yang dipandu oleh M. Yeria Ayikna Wawang, S.Pd. Dalam sesi ini, peserta didik diajak untuk merenungkan materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi menjadi pribadi yang berkualitas.
Acara ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu nasional “Garuda Pancasila”. Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama dengan wali kelas masing-masing. Kegiatan ini memberikan makna mendalam dan menjadi dorongan bagi peserta didik untuk mewujudkan generasi penerus yang berwawasan kebangsaan, religius, dan berdaya saing.
Oleh : Gabriella Reyta (IX-A)