News &
Updates

News Image

Share

Hari Kedua P5 : Semangat Literasi untuk Eksplorasi Gaya Hidup Berkelanjutan
1 Desember 2024

Pacet, Kampus Ursulin - Memasuki hari kedua (19/11) kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Gaya Hidup Berkelanjutan, siswa SMP Santo Yusup Pacet diarahkan untuk melakukan literasi secara daring sebagai persiapan eksplorasi ke lokasi yang telah ditentukan. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mendalami informasi tentang destinasi yang akan dikunjungi.

Untuk kelas VIII dan IX, literasi difokuskan pada Desa Adat Cemenggoan dan Desa Adat Panglipuran, dua lokasi yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai keberlanjutan. Para siswa menggali informasi tentang keunikan budaya, tata kelola lingkungan, dan praktik kehidupan sehari-hari masyarakat setempat yang selaras dengan alam. Selain itu, mereka juga menyusun daftar pertanyaan yang akan digunakan dalam sesi wawancara saat observasi langsung di lokasi.

Salah satu siswa kelas IX, Vierra, mengaku terinspirasi setelah mengetahui tentang Desa Adat Panglipuran. “Saya tidak sabar melihat langsung bagaimana masyarakatnya menjaga lingkungan dengan sangat baik. Pertanyaan yang kami siapkan akan membantu kami memahami lebih dalam tentang nilai-nilai yang mereka pegang,” katanya.

Sementara itu, siswa kelas VII berfokus pada literasi mengenai WeHAsTa (Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta) di Trawas. Lokasi ini dikenal sebagai tempat edukasi berbasis lingkungan yang mengajarkan berbagai aspek keberlanjutan, seperti pengelolaan sampah, konservasi alam, dan pemanfaatan energi terbarukan. Para siswa juga mempersiapkan pertanyaan untuk wawancara dengan pengelola WeHAsTa, memastikan mereka dapat memanfaatkan kunjungan dengan optimal.

Kegiatan literasi ini berlangsung secara interaktif, didukung oleh sumber daya digital dan panduan dari guru pendamping. Amin Maulana, S.Or., Koordinasi P5 SMP Santo Yusup Pacet, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat siswa. “Literasi ini adalah langkah awal yang penting sebelum terjun ke lapangan. Dengan memahami lokasi tujuan, siswa dapat mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik secara lebih efektif,” ujarnya.

Persiapan matang ini semakin menumbuhkan antusiasme para siswa. Mereka tak hanya melihat kegiatan ini sebagai tugas, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar di luar kelas dan menyerap pengalaman berharga dari masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan semangat ini, P5 di SMP Santo Yusup Pacet menjadi momentum penting dalam membentuk pelajar yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. (aer)