Hari ini, pembelajaran pastinya akan segera dilakukan setelah apel, juga setelah para murid-murid melaksanakan literasi pada pagi hari. Sayangnya, beberapa murid memilih absen ketimbang masuk sekolah, tetapi dengan jumlah murid yang tersisa, kelasnya juga terasa ramai dan hangat, nada yang bertukar dan kata kata yang mengalun dari insan, ke insan lainnya.
Untungnya, semua murid kelas IX-A dapat menjalankan literasi dengan sangat baik pada pagi hari itu, mungkin dengan sedikit lidah berbisik, lebih baik tanpa adanya serapah dan cacian, mereka tetap bisa mengendalikan diri mereka dalam melaksanakan literasi, tentunya juga mereka mampu menyulam tugas mereka dengan tekun dan teliti. Setidaknya, mereka semua telah berusaha untuk mengerjakan tugas pertama yang harus mereka lakukan, entah benar, salahnya, mereka telah mencoba sebaik mungkin.
Kesekian menit setelah jam literasi, maka, pelajaran yang akan dihadapi oleh para murid kelas IX-A adalah, Ilmu Pengetahuan Alam, atau biasanya disebut sebagai IPA, dan guru yang mengajar yang terhormat, Ibu Jumiatun, S.Pd. Beliau mampu menanam benih benih, serta ilmu kepada para muridnya, membantu para murid menjadi lebih baik.
Pada pagi hari pukul 09.00 yang artinya pergantian jam pembelajaran Religiusitas atau bisa dianggap Pendidikan agama dan budi pekerti. Selain pembelajaran, suatu hal yang membuat kita semua tertawa, suasana kelas yang serius dialuni dengan gema tawa, Dana, salah satu murid atau teman kita, yang seharusnya menggantikan kegiatan pembinaan kepribadian dengan anak anak kelas 8 pada hari itu, malah lari dari tanggung jawab, bersembunyi di kamar mandi, untungnya para guru dapat menemukan ia yang sedang mencoba bolos.
Omong-omong mengenai pembelajaran, Religiusitas harusnya dihadiri oleh ibu guru kita yang cantik, ramah dan periang yaitu Ibu M. Yeriya Ayikna Wawang, S.Pd. Tetapi beliau tidak dapat menghadiri pembelajaran karena beliau berpartisipasi dalam acara pembinaan kepribadian, maka dari itu, guru yang menggantikan Ibu Yeriya adalah, Bu Martha, guru yang menurut semua murid kelas cantik dan ramah, adalah guru magang yang membantu Bu Yeriya, dalam pembelajaran.
Jam 09.40 ini adalah waktunya murid diberi waktu untuk beristirahat sampai pukul 10.00 pada pagi hari. Religiusitas berlanjut sampai pukul 10.40 sebelum akhirnya pergantian pembelajaran, sekarang adalah waktu dimana seharusnya para murid senang dengan jam pembelajaran ini, BK, atau Bimbingan Konseling. Lagi-lagi, guru yang mengajar tidak dapat menghadiri pembelajaran, karena beliau sedang mengikuti pembinaan kepribadian, sama seperti Bu Yeriya, guru yang seharusnya mengajar adalah Bapak Renal Ismudya, S.Pd. Maka, kita semua hanya diberi tugas melalui jendela kecil dunia, yang biasa kita anggap sebagai handphone, guru yang piket juga tetap Bu Martha.
Tidak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 11.20 yang dimana, murid diberikan kesempatan untuk istirahat, sampai pukul 11.35 pagi hari. Setelah bel mengharuskan pada murid kembali melaksanakan pembelajaran, pada jam itu, pada murid kelas, akan segera menyelami lautan ilmu, dan pembelajaran itu adalah Matematika, bisa juga disebut MTK, guru yang mengajar adalah ibu guru yang juga ramah, cantik dan peduli pada semua muridnya ialah Ibu Winarti Miastuti, S.Si. Waktu berlalu, kita semua telah mengumpulkan ilmu yang juga dibantu oleh semua ibu/bapak guru kami disekolah.
Maka sekarang, waktu refleksi, murid murid kembali tenang, bayang-bayang dalam kelas sangat sunyi dalam arti tenang dan aman, para murid dapat melaksanakan semua tugasnya pada hari ini dengan baik, termasuk juga refleksi, mungkin, terkadang tidak terkendali, atau sedikit pula serapah dan cacian, untungnya mereka mau mencoba menjadi lebih baik.(25/02/2025)
Oleh : Thalita Mirabel Norin (IX-A)